It's team work

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

your schedule

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Jumat, 04 Oktober 2013

PENGERTIAN INFORMASI

PENGERTIAN INFORMASI


Agung Priyadi Nugraha (30111352)
agungpriyadinugraha@gmail.com
agung.priyadi.n@studentsite.gunadarma.ac.id

BOGOR | 3DB01 MANAJEMEN INFORMATIKA



Pengertian Informasi Menurut Para Ahli Definisi

 Pengertian Informasi Menurut Para Ahli -  Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan) Informasi menjadi penting, karena berdasarkan informasi itu para pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif perusahaannya. Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan dengan metode ataupun cara – cara tertentu.

Pengertian Informasi Menurut Raymond Mc.leod   Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang .

Pengertian Informasi Menurut Tata Sutabri, S.Kom., MM adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Pengertian Informasi Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), “Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”

Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

Pengertian Informasi Menurut George H. Bodnar, (2000: 1), “Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”

Pengertian Informasi Menurut Lani Sidharta (1995: 28), “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan”

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli - Anton M. Meliono (1990: 331), “Informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”

Pengertian Informasi Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”

Dan Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya  (Wikipedia - Indonesia).

Secara umum informasi dapat didefinisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Kualitas informasi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :

Keakuratan dan teruji kebenarannya.
 Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan.

Kesempurnaan informasi
Informasi disajikan dengan lengkap tanpa pengurangan, penambahan, dan pengubahan.


Tepat waktu
Infomasi harus disajikan secara tepat waktu, karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.


Relevansi
Informasi akan memiliki nilai manfaat yang tinggi, jika Informasi tersebut dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan.


Mudah dan murah
Apabila cara dan biaya untuk memperoleh informasi sulit dan mahal, maka orang  menjadi tidak berminat untuk memperolehnya, atau akan mencari alternatif substitusinya (Budi Sutedjo Dharma Oetomo, 2002 : 16 -17).


Daftar Pustaka :

Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen, 2005, Yogyakarta, Andi


Budi Sutedjo Dharma Oetomo. 2002. Perancangan & Pengembangan Sistem Informasi, Yogyakarta, Andi.


Mcleod, Raymond, 2001, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta, PT. Prenhallindo


Jogiyanto HM., Analisis dan Disain Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Andi Offset, Yogyakarta: 1999


Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi Yogyakarta, Yogyakarta: 2002


George H. Bodnar, William S. Hopwood, Sistem Informasi Akuntansi, Buku Satu, Salemba Empat,  Jakarta: 2000


Lani Sidharta, Pengantar Sistem Informasi Bisnis, P.T. ELEX Media Komputindo, Jakarta: 1995


Anton M. Meliono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta: 1990


Gordon B. Davis, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1, PT Pustaka Binamas Pressindo, Jakarta: 1991




Rabu, 02 Oktober 2013

PENGERTIAN SISTEM

PENGERTIAN SISTEM

Agung Priyadi Nugraha (30111352)
agungpriyadinugraha@gmail.com
agung.priyadi.n@studentsite.gunadarma.ac.id

BOGOR | 3DB01 MANAJEMEN INFORMATIKA




Konsep Dasar Sistem Menurut Fat pengertian sistem adalah sebagai berikut :“Sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian–bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif”.


Pengertian Sistem Menurut Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Pengertian Sistem Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Pengertian Sistem Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.  .


Pengertian Sistem Menurut Jerry FutzGerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.


Pengertian Sistem Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran


Definisi Sistem Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”


Definisi Sistem Menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”

Dengan demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit.

Karekteristik Sistem

Jogianto (2005: 3) mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni :

1). Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.


2). Batasan sistem.
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3). Lingkungan Luar Sistem.
Lingkungan luar (evinronment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dana dapat juga bersifat menguntungkan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan berupa energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. sedang lingkunagn luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kalangsungan hidup dari sistem.

4). Penghubung Sistem
Penghubung (interfance) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainya. melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainya membentuk satu kesatuan.

Daftar Pustaka

Fathansyah, Ir, 2002, “Basis Data”, Informatika, Bandung
Indrajit, 2001, Analisis dan Perancangan Sistem Berorientasi Object. Bandung, Informatika.

Jogianto HM. 2005. Sistem Teknologi Informasi. Andi. Yogyakarta.

Robert G Murdick, dkk, Sistem Informasi Untuk Manajemen Modern, Jakarta : Erlangga, 1991.

Jogiyanto HM. 2005. Analisis & Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta. Andi.

Gordon B. Davis, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1, PT Pustaka Binamas Pressindo, Jakarta: 1991

Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo, Pengantar Sistem Komputer, Erlangga, Bandung: 1984

Lani Sidharta, Pengantar Sistem Informasi Bisnis, P.T. ELEX Media Komputindo, Jakarta: 1995

Sabtu, 15 Juni 2013

BLSM - Bantuan Langsung Sementara Masyarakat

BLSM - Bantuan Langsung Sementara Masyarakat
Nama Baru Program Lama


Agung Priyadi Nugraha (30111352)
agungpriyadinugraha@gmail.com
agung.priyadi.n@studentsite.gunadarma.ac.id

BOGOR | 2DB01 MANAJEMEN INFORMATIKA

BLSM atau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat merupakan konpensasi dari pemerintah  terkaitnya dengan kenaikan harga BBM. Sebenarnya itu program lama pada masa pemerintahan SBY-KALLA pada saat itu juga merupakan konpensasi dari kenaikan BBM. Namun pada saat itu masih bernama BLT atau Bantuan Langsung Tunai yang sekarang diganti dengan BLSM, apakah program itu efektif? sebenarnya masih diragukan oleh banyak kalangan karena dilihat dari masanya BLT itu memang sedikit membantu masyarakat namun banyak masalah muncu jugal dari konpensasi BLT itu, contohnya kasus-kasus seperti dibawah ini.

Depok, Jabar 
Gara-gara stres didesak warganya yang tidak mendapatkan BLT, Nur Hasan (50), Ketua RT 02/08 Kelurahan Pancoran Mas, Depok, tewas menyedihkan akibat meminum cairan racun serangga, 21 Oktober 2005. Hasan menempuh jalan pintas dengan menenggak racun serangga. Warga yang tidak mendapat kartu mengira Hasan yang memainkan. Padahal, Hasan sudah menjelaskan bahwa kewenangannya hanya membagi.

Karanganyer, Jateng 
Seorang nenek, Kasipah (80), tewas karena keletihan antre di kantor Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Senin (17/10/2005) . Ia ini meninggal dalam perjalanan ke puskesmas setelah ambruk saat berdesak-desakan bersama ratusan warga. Sebelum meninggal korban sempat pingsan beberapa lama di tengah kerumunan warga.

Banyuwangi, Jatim
Nenek Warinem (84), warga Genteng Wetan, Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal saat antre bantuan langsung tunai (BLT), Jumat (14/10/2005) . Warinem bersama 1.400 warga antre dana BBM di kantor camat Genteng, Banyuwangi. Tiba-tiba, nenek itu pusing dan meminta Jami’iyah, tetangga yang mengantar, membawanya keluar antrean. Baru beberapa menit istirahat, ia pingsan dan meninggal.

Selain kejadian-kejadian diatas, banyak pemberian langsung tunai yang juga salah sasaran kepada orang-orang yang mampu dalam materi, mungkin karena salah pencatatan, KKN, ataupun juga bisa jadi orang yang mampu telah memalsukan kartu keterangan kemiskinan, padahal dalam agama siapa yang telah mengambil hak orang miskin itu akan mendapatkan dosa yang berat. Sungguh miris melihat hal seperti itu, ingin memajukan bangsa tapi sistemnya yang masih amburadul. 

Apakah dengan bantuan tunai tersebut akan meringankan beban banyak masyarakat miskin? dari namanya sudah jelas BLSM - bantuan langsung "SEMENTARA" masyarakat, itu hanya bersifat sementara dan kemungkinan besar hanya akan membantu sedikit dari biaya hidup perbulannya karena setiap keluarga itu hanya diberikan sebesar Rp 150.000,- . Dengan uang sebesar itu mungkin hanya untuk mencukupi 3 hari makan saja. Kalo dilihat untuk jangka panjang mungkin itu tidak efektif karena tidak akan berbekas dan akan habis pada waktunya. “Saya mendengar, uang itu berasal dari pinjaman Luar Negeri. Jika demikian, berarti Pemerintah bukan mensejahterakan rakyat. Akan tetapi justru mewariskan hutang kepada rakyat, karena bentuk bantuan itu bukan program jangka panjang, namun program tersebut akan ada akhirnya. Pemerintah hanya memberikan ikan, bukan memberikan kail,”demikian Din memberikan pengibaratan.  

Mungkin ada benarnya juga apa yang telah diucapkan oleh pimpinan muhammadiyah tersebut, akan lebih baik jika uang untuk BLSM itu oleh pemerintah diberikan wadah untuk usaha masyarakat dipedesaan sehingga akan menghasilkan uang yang lebih, selain itu juga sekaligus mengajarkan masyarakat miskin dipedesaan untuk belajar mandiri dan lebih bertanggung jawab pada setiap kerjaan yang dilakukan serta itu akan mengubah mindset orang miskin yang tidak selalu berpikiran akan dikasih oleh pemerintah selain itu bagus pada bangsa ini untuk bisa mensejahterakan orang-orang miskin dipedesaan, mungkin dengan adanya tempat pekerjaan di pedesaan untuk bekerja orang-orang tidak akan merantau ke kota lagi yang hanya akan membuat kekumuhan dan kemacetan. Untuk jangka panjang itu lebih efektif daripada dengan memberikan secara tunai yang akan menghabiskan uang triliunan rupiah dengan hasil yang tidak sebanding.


Link terkait :

1. http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/06/14/blt-dan-blsm-kesalahan-yang-mungkin-terulang-568606.html
2. http://politik.kompasiana.com/2013/06/12/blsm-rentan-salah-kamar-568196.html
3. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/06/13/mob66r-pengamat-jangan-sampai-penyaluran-blsm-diterima-orang-kaya
4. http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-2746-detail-din-blsm-kenapa-menjelang-pemilu.html
5. http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/06/15/mof9ow-pdip-berkeras-tolak-blsm-usulkan-program-padat-karya
6. http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/06/11/mo6uf5-demokrat-bantah-blsm-strategi-menangkan-pemilu-2014

Sabtu, 08 Juni 2013

MESIN USANG DI LAUTAN SERIBU

MESIN USANG DI LAUTAN SERIBU


Agung Priyadi Nugraha (30111352)
agungpriyadinugraha@gmail.com
agung.priyadi.n@studentsite.gunadarma.ac.id

BOGOR | 2DB01 MANAJEMEN INFORMATIKA


Perjalanan ke pulau seribu membutuhkan akomodasi angkutan seperti kapal laut, namun sayangnya kapal-kapal di indonesia kurang begitu layak, hal itu diperjelas dengan kurangnya tertata rapi di salah satu tempat pemberangkatannya yaitu muara angke.

Awal pemberangkatan pada pagi buta kita menggunakan jalur darat dengan menggunakan alat transportasi sejuta umat yaitu kreta api di stasiun citayam.



Sesampainya kita di stasiun kota, kemudian kita langsung sewa angkutan umum yang menuju ke muara angke. Kemudian ketidak rapian dalam pengelolaan penyeberangan kepulau seribu (kita untuk ke pulau tidung) pun mulai sudah terasa, antrean yang tidak beraturan, saling berdesak-desakan, senggol-senggolan pun sudah tidak dapat ditolak lagi karena hanya untuk berebut tempat pertama pemberangkatan.

Setelah mendapatkan kapal penyeberangan untuk kepulau tidung, maka kami pun berangkat. Parno pun sudah terbenak dikepala karena rasa takut yang berlebihan, tetapi setelah 30 menit berjalan saya pun mulai terbiasa. Pada saat itu posisi saya berada didalam kapal bersama yang lainnya, namun serasanya sudah bosan saya pun mulai melangkahkan kaki keluar kapal untuk menghirup indahnya udara dilautan seribu. Sungguh Maha Besarnya Sang Pencipta yang telah menciptakan begitu indahnya alam ini. Tak lama saya keluar teman yang lainpun ikut menyusul dan eksis terhadap kamera tak terbantahkan lagi, kami pun berfoto-foto di tengah perjalanan.





Kemudian tibalah kita di pulau tidung yang begitu indahnya, namun sayang sekali pulau yang indah tapi kurang didukung oleh pemerintah sekitar dimana pulau tidung ini termasuk dalam wilayah Provinsi DKI Jakarta, contohnya jembatan yang menghubungkan pulau terdekat yang dibilang dengan "jembatan cinta", namun tidak cintanya pemerintah sekitar sehingga jembatan cinta itu sudah usang tergerus oleh waktu.







Setelah 2 hari kita di pulau tidung, maka saatnya kita kembali berkemas untuk pulang kerumah. Kami pada waktu itu pulang dengan kapal pemberangkatan jam 9 pagi dari pulau. Setelah semuanya masuk kedalam kapa maka kapalpun siap untuk diberangkatkan, namun pada saat pertama masuk saya sudah merasa hal aneh yang terjadi pada kapal yang kami naik ini. Sayapun berdoa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Saya pun menghibur diri agar tidak terpikirkan, pada saat itu kami bermain cepat tepat didalam kapal, namun  ditengah perjalanan kapal yang tadi saya memang merasa hal aneh itu miring sekitar 75 derajat, para penumpangpun mulai panik ditambah ombak pagi yang agak sedikit menakutkat dimana angin waktu pagi pun kencang. Kami dan khususnya saya mensudahi permainan tadi dan berdoa agar kami bisa selamat. Sepanjang perjalan kapal itu miring apalagi pada saat ombak menabrakan diri kebadan kapal maka kemiringan kapalpun sangat terasa, semua penumpang pun mengambil pelampung yang tersedia untuk keselamatan karena tingkat panik yang mulai tinggi, dan ada pula penumpang yang menangis dan berdoa. Namun sudah sekiranya dua jam terombang-ambing di laut seribu akhirnya daratan pun sudah mulai terlihat kamipun mengucap syukur, setelah mulai masuk ke pelabuhan perasaan saya akan terjadi apa-apa, karena kapal yang masuk pelabuhan itu tidak sesuai dengan jalur yang tersedia. Ternyata pada saat kapal akan dibalikan, badan kapal bagian belakang itu menabrak kapal lainya, penumpang yang ada dipinggir kapal sebelumnya saya kasih tahu untuk pindah dari situ, awalnya menghiraukan namun saya berteriak sekali lagi untuk menghidar dari situ dan diapun pindah, tak lama dari situ ternyata kapal pun menabrak bagian kapal yang lain, dan langsung hancur bagian pinggir kapal yang kami tumpangi, itu merupakan pengalaman yang terburuk yang tidak mau terulang lagi.   

BUDAYA DALAM PERTAHANAN

BUDAYA DALAM PERTAHANAN
Upaya Mempertahankan NKRI

Agung Priyadi Nugraha (30111352)
agungpriyadinugraha@gmail.com
agung.priyadi.n@studentsite.gunadarma.ac.id

BOGOR | 2DB01 MANAJEMEN INFORMATIKA


Era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi, dan informasi telah mendorong perubahan dalam aspek kehidupan manusia, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, maupun tingkat nasional. Menurut Michael Haralambos dan Martin Holborn, Globalisasi adalah suatu proses dimana batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan sosial. Untuk menghadapi era globalisasi agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan ditangkap secara tepat, kita memerlukan perencanaan yang matang diantaranya adalah sebagai berikut :
Kesiapan SDM, terutama kesiapan dengan pengetahuan yang dimiliki dan kemampuannya.
Kesiapan sosial budaya untuk terciptanya suasana yang kompetitif dalam berbagai sektor kehidupan.
Kesiapan keamanan, baik stabilitas politik dalam negeri maupun luar negeri / regional.
Kesiapan perekonomian rakyat.

Di bidang Pertahanan Negara, kemajuan tersebut sangat mempengaruhi pola dan bentuk ancaman. Ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional berkembang menjadi multidimensional (fisik dan nonfisik), baik berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Oleh karena itu kebijakan strategis penggunaan kekuatan pertahanan diarahkan untuk menghadapi ancaman atau gangguan terhadap keamanah nasional. Kekuatan pertahanan tidak hanya digunakan untuk menghadapi ancaman tetapi juga untuk membantu pemerintah dalam upaya pembangunan nasional dan tugas-tugas internasional. Dari hasil perkiraan ancaman, Indonesia mempunyai kepentingan strategis untuk mencegah dan mengatasi ancaman keamanan tradisional dan nontradisional.

Ancaman keamanan tradisional yaitu ancaman yang berbentuk kekuatan militer negara lain yang membahayakan kemerdekaan, kedaulatan dan kebutuhan wilayah NKRI. Dalam menghadapi ancaman terhadap kedaulatan dan kebutuhan wilayah, kebijakan pertahanan Indonesia tetap mengacu pada prinsip sebagai bangsa yang cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan, yaitu mengutamakan tindakan pencegahan dengan mengoptimalkan upaya diplomatik dalam kerangka Confidence Building Measure (CBM) dan Preventive Diplomacy. Penggunaan kekuatan militer untuk tujuan perang merupakan tindakan terpaksa yang harus dilakukan sebagai jalan terakhir apabila cara-cara damai tidak membuahkan hasil.
Ancaman Keamanan Non-Tradisional yaitu ancaman yang terjadi akibat dinamika politik di sejumlah negara serta kesenjangan ekonomi dunia yang makin lebar telah menyebabkan kondisi timpang yang lambat laun berkembang dan menjalar melampaui batas-batas negara. Ancaman keamanan non tradisional yang timbul di dalam negeri dengan motivasi separatisme, akan dihadapi dengan mengedepankan cara-cara dialogis.
Penyelesaian masalah melalui cara cinta damai, diplomatik atau cara-cara dialogis harus menggunakan pendekatan budaya. Pendekatan budaya dalam pembangunan dan pembinaan kekuatan pertahanan adalah sebagai fenomena yang mengelilingi kita setiap saat, yang secara terus menerus terjadi dan tercipta oleh adanya interaksi dengan orang lain. Ciri utama dari “Budaya” adalah sesuatu yang merupakan hasil bersama (shared), atau kesepakatan kelompok (held in common). Beberapa produk hasil bersama antara lain adalah : bahasa, tradisi, kebiasaan, norma-norma kelompok, nilai-nilai pendukung, seperti “kualitas produk”, filosofi kelompok, aturan main, iklim kerja, kemampuan terpendam, cara berpikir, pengertian yang sama serta simbol-simbol yang mempersatukan mereka. Tanggap akan pengaruh budaya dengan memahami keragaman dan perbedaan budaya akan mengurangi dampak negatif globalisasi (kegoncangan budaya dan ketimpangan/ketertinggalan budaya).

link terkait :
http://afrianties.blogspot.com/2011/10/pkn-upaya-mempertahankan-nkri.html
http://ajisasuke123.blogspot.com/
http://www.propatria.or.id/download/Paper%20Diskusi/merumuskan_grand_strategy_aw.pdf